((لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [ثلاثاً]، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ)).
Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Esa, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kekuasaan dan pujian dan Dia berkuasa di atas setiap sesuatu. Ya Allah, tiada yang dapat menegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tiada yang mampu memberi sesuatu yang telah Engkau tegahkan dan tiadalah bermanfaat orang yang mempunyai kelebihan (harta, keturunan, kekuasaan) dengan kelebihannya itu daripada kekuasaan Engkau.
Al-Bukhari 1/255, Muslim 1/414.